Istirahat dan imobilisasi sendi

Disarankan

2 studi · 1 rekomendasi

Terakhir diperbarui: 4 Februari 2026

Istirahat dan imobilisasi sendi – Encok
Disarankan2 studi

Mengistirahatkan dan meninggikan sendi yang terkena dapat mengurangi rasa sakit selama serangan asam urat akut.

Dua studi mendukung istirahat dan imobilisasi sendi untuk penanganan asam urat akut. Pedoman klinis British Society for Rheumatology (bukti Level IV, kekuatan rekomendasi 89%) menyarankan istirahat, meninggikan, dan mendinginkan sendi yang terkena selama serangan, dengan menggunakan penyangga tempat tidur untuk melindungi area sensitif dari tekanan tempat tidur. Sebuah studi kuasi-eksperimental di Puskesmas Batang III mengkonfirmasi bahwa posisi fisiologis dan imobilisasi berfungsi sebagai intervensi independen yang efektif untuk nyeri asam urat, terutama relevan mengingat 85-90% serangan pertama memengaruhi sendi perifer. Pendekatan non-farmakologis ini berfungsi sebagai tambahan untuk NSAID dan analgesik, bukan sebagai pengganti. Selama episode akut, menjaga sendi tetap diam dan terangkat meminimalkan iritasi mekanis pada jaringan yang meradang sekaligus mendorong drainase cairan inflamasi.

Bukti

Penulis: Mallen, Roddy

Diterbitkan: 26 Mei 2017

Pedoman British Society for Rheumatology (Tingkat Bukti IV, Kekuatan Rekomendasi 89%) merekomendasikan agar sendi yang terkena harus diistirahatkan, diangkat, dan dibiarkan terbuka di lingkungan yang sejuk selama serangan asam urat akut. Sangkar tempat tidur dapat digunakan untuk menjaga agar alas tidur tidak menekan sendi yang sensitif. Pendekatan non-farmakologis ini direkomendasikan sebagai tambahan untuk pengobatan medis pada serangan akut.

Penulis: Fajriyah, N. N. (Nuniek), Kartika Sani, Aida Tyas, Winarsih, W. (Winarsih)

Diterbitkan: 1 Januari 2013

Studi kuasi-eksperimental ini mengidentifikasi istirahat, posisi fisiologis, dan fiksasi/imobilisasi sebagai intervensi independen yang efektif untuk manajemen nyeri asam urat. Pendekatan non-farmakologis ini diuji bersamaan dengan kompres hangat pada pasien asam urat di Puskesmas Batang III. Studi ini mencatat bahwa 85-90% serangan asam urat pertama mempengaruhi sendi perifer, khususnya artikulasi antara tulang belakang kaki dan jari kaki. Intervensi independen termasuk pengaturan posisi dan imobilisasi menunjukkan efektivitas sebagai alternatif atau pelengkap intervensi farmakologis kolaboratif seperti NSAID dan analgesik.