Latihan ergonomis

Disarankan

5 studi · 1 rekomendasi

Terakhir diperbarui: 2 Februari 2026

Latihan ergonomis – Encok
Disarankan5 studi

Latihan ergonomis mengurangi kadar asam urat dan nyeri pada penderita asam urat.

Lima studi dengan 210 partisipan menunjukkan manfaat latihan ergonomis untuk manajemen asam urat. Sebuah uji coba silang (n=36) menunjukkan pengurangan nyeri yang signifikan pada Skala Peringkat Numerik dari 5,39 menjadi 2,61 (p=0,000). Empat studi kuasi-eksperimental mengkonfirmasi penurunan asam urat dan peredaan nyeri: satu studi (n=56) menemukan kelompok intervensi mencapai kadar asam urat 6,57 mg/dL dibandingkan 9,46 mg/dL pada kelompok kontrol (p=0,000), yang menjelaskan 63,1% dari efek tersebut. Studi lain (n=42) melaporkan pengurangan 0,56 mg/dL dibandingkan 0,30 mg/dL pada kelompok kontrol (p=0,002). Hasil nyeri juga sama meyakinkannya—program 4 minggu (n=56) mengurangi skor Skala Analog Visual dari 6,5 menjadi 3,2 (p=0,000) sementara kelompok kontrol memburuk. Program biasanya berlangsung 1-4 minggu dan seringkali menggabungkan komponen perawatan spiritual. Temuan yang konsisten di berbagai populasi lansia Indonesia mendukung latihan ergonomis sebagai pendekatan non-farmakologis yang efektif untuk pengelolaan gejala asam urat.

Bukti

Penulis: Achmad Kusyairi, Dodik Hartono, Erika Dwi Safitri

Diterbitkan: 24 Agustus 2023

Uji coba silang ini yang melibatkan 36 pasien lanjut usia dengan artritis asam urat menunjukkan bahwa latihan ergonomis secara signifikan mengurangi rasa sakit. Skor pra-uji Periode I sebesar 5,39 menurun menjadi 3,67 pasca-uji pada skala NRS, sedangkan Periode II menunjukkan penurunan dari 3,89 menjadi 2,61. Analisis menunjukkan p=0,000, yang mengkonfirmasi signifikansi statistik. Baik latihan ergonomis maupun kompres jahe hangat sama efektifnya tanpa perbedaan signifikan antara terapi. Studi ini menggunakan periode jeda (wash-out) antara intervensi untuk mencegah efek lanjutan, sehingga memastikan perbandingan efektivitas pengobatan yang valid.

Penulis: HASINA, SITI NUR, Khafid, Muhammad, PUTRI, RAHMADANIAR ADITYA, Rohmawati, Riska

Diterbitkan: 8 Desember 2020

Sebuah studi kuasi-eksperimental dengan 56 pasien lanjut usia penderita artritis asam urat yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n=28) dan kelompok kontrol (n=28) mengevaluasi program latihan ergonomis selama 4 minggu berdasarkan perawatan spiritual. Nyeri diukur menggunakan Skala Analog Visual (VAS). Kelompok intervensi menunjukkan penurunan nyeri rata-rata dari 6,5 menjadi 3,2 (p=0,000), yang mewakili penurunan 3,3 poin. Kelompok kontrol mengalami peningkatan nyeri dari 6,2 menjadi 7,0 selama periode yang sama (p=0,008). Intervensi diberikan menggunakan panduan modul untuk implementasi yang terstandarisasi.

Penulis: Anggraeni, Triana Ayu, Mujahid, Ikhsan

Diterbitkan: 1 Oktober 2020

Sebuah studi kuasi-eksperimental dengan 42 partisipan lanjut usia berusia 45-59 tahun membandingkan intervensi latihan ergonomis berbasis spiritual dengan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan menunjukkan penurunan kadar asam urat rata-rata sebesar 0,5619 mg/dL dibandingkan dengan 0,3000 mg/dL pada kelompok kontrol. Analisis uji-T independen mengungkapkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelompok dengan nilai p 0,002 (p<0,05), menunjukkan bahwa intervensi latihan ergonomis menghasilkan penurunan asam urat yang lebih besar daripada tanpa intervensi pada individu dengan prediksi artritis gout.

Penulis: HASINA, SITI NUR, Khafid, Muhammad

Diterbitkan: 1 Juni 2020

Dalam studi kuasi-eksperimental terkontrol terhadap 56 pasien artritis asam urat, latihan ergonomis yang dikombinasikan dengan kebersihan tidur dan perawatan spiritual diberikan kepada 26 partisipan, sementara 26 lainnya berfungsi sebagai kelompok kontrol. Kadar asam urat pasca-intervensi secara signifikan lebih rendah pada kelompok intervensi (rata-rata 6,57) dibandingkan dengan kelompok kontrol (rata-rata 9,46), p=0,000. Intervensi gabungan tersebut menyumbang 63,1% dari efek penurunan asam urat (eta kuadrat parsial dari MANOVA). Peningkatan kualitas hidup bahkan lebih nyata, dengan kelompok intervensi mencetak skor 81,9 dibandingkan dengan 37,5 pada kelompok kontrol, yang mewakili 92,2% varians yang dijelaskan, p=0,000.

Penulis: Fatimah, Nurul

Diterbitkan: 1 Januari 2017

Sebuah studi kuasi-eksperimental dengan desain kelompok kontrol non-ekuivalen melibatkan 20 pasien lanjut usia dengan artritis gout, dibagi menjadi kelompok intervensi (n=10) dan kelompok kontrol (n=10). Kelompok intervensi menerima pelatihan latihan ergonomis selama satu minggu. Dengan menggunakan Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon untuk membandingkan kadar asam urat sebelum dan sesudah intervensi, kelompok intervensi menunjukkan penurunan kadar asam urat darah yang signifikan secara statistik (p=0,008, p<0,05). Studi ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tuppu, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Indonesia.