Kayu manis

Disarankan

3 studi · 1 rekomendasi

Terakhir diperbarui: 31 Januari 2026

Kayu manis – Encok
Disarankan3 studi

Rebusan kayu manis dengan madu dapat menurunkan kadar asam urat pada penderita asam urat.

Tiga studi intervensi non-acak dengan total 74 pasien asam urat meneliti efek kayu manis terhadap asam urat dan nyeri. Dalam dua studi kuasi-eksperimental di Indonesia yang melibatkan total 50 pasien, rebusan kayu manis 15% dengan madu yang diberikan sekali sehari selama satu minggu menghasilkan kadar asam urat yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan Allopurinol 100 mg (p=0,023). Studi ketiga dengan 24 pasien menemukan bahwa rebusan kayu manis secara signifikan mengurangi skor nyeri (p=0,000), menunjukkan kinerja yang sebanding dengan rebusan daun salam. Mekanisme yang diusulkan melibatkan sinamaldehida (konsentrasi 68,65% dalam ekstrak), suatu polifenol yang menghambat aktivitas enzim xantin oksidase yang terlibat dalam produksi asam urat. Meskipun temuan awal ini menunjukkan potensi manfaat, bukti tersebut berasal secara eksklusif dari studi kuasi-eksperimental kecil tanpa pengacakan atau penyamaran.

Bukti

Penulis: Desreza, Nanda, Iskandar, Iskandar, Maiyumna, Maiyumna

Diterbitkan: 26 Oktober 2025

Sebuah studi kuasi-eksperimental menggunakan desain pra-uji pasca-uji dan antar dua kelompok melibatkan 24 pasien artritis asam urat. Dua belas responden menerima rebusan kayu manis, yang menunjukkan pengurangan skala nyeri yang signifikan secara statistik dengan nilai p = 0,000. Studi ini membandingkan rebusan kayu manis dengan rebusan daun salam dan tidak menemukan perbedaan signifikan antara kedua intervensi tersebut (p = 0,196), yang menunjukkan bahwa kedua rebusan herbal tersebut mencapai hasil pengurangan nyeri yang sebanding dalam uji coba intervensi non-acak ini.

Penulis: Nurhayati, Yeti, Umarianti, Tresia

Diterbitkan: 1 Januari 2019

Sebuah studi kuasi-eksperimental dengan desain pra dan pasca-uji yang dilakukan di Puskesmas Gambirsari, Surakarta, Indonesia, melibatkan 50 pasien asam urat yang dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 25 pasien. Kelompok perlakuan menerima rebusan kayu manis dengan madu konsentrasi 15% sekali sehari selama satu minggu, sedangkan kelompok kontrol menerima Allopurinol 100 mg sekali sehari untuk durasi yang sama. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney menunjukkan bahwa kadar asam urat pada kelompok rebusan kayu manis-madu secara signifikan lebih rendah daripada pada kelompok kontrol (p=0,023). Kandungan sinamaldehida yang tinggi pada ekstrak kayu manis (68,65%) memberikan sifat antioksidan yang menghambat aktivitas enzim xantin oksidase.

Penulis: Nurhayati, Y. (Yeti), Umarianti, T. (Tresia)

Diterbitkan: 1 Januari 2018

Sebuah studi pra-pasca kuasi-eksperimental yang dilakukan di Surakarta, Jawa Tengah, melibatkan 50 pasien asam urat yang dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 25 pasien menggunakan pengambilan sampel kuota. Kelompok perlakuan menerima rebusan kayu manis dengan madu konsentrasi 15% sekali sehari selama satu minggu, sedangkan kelompok kontrol menerima Allopurinol 100 mg sekali sehari untuk durasi yang sama. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney menunjukkan kadar asam urat pada kelompok rebusan kayu manis-madu secara signifikan lebih rendah daripada kelompok kontrol (p=0,023). Ekstrak kayu manis mengandung sinamaldehida dengan konsentrasi 68,65%, suatu polifenol dengan sifat antioksidan yang dapat menghambat enzim xantin oksidase yang terlibat dalam metabolisme asam urat.