Nyeri tulang yang meningkat

Segera ke dokter

2 studi · 1 rekomendasi

Terakhir diperbarui: 25 Februari 2026

Nyeri tulang yang meningkat – Metastasis Tulang
Segera ke dokter2 studi

Peningkatan rasa sakit tulang yang progresif menandakan adanya masalah terkait kerangka tubuh yang akan segera terjadi dan memerlukan evaluasi cepat.

Dua studi kohort yang menganalisis populasi gabungan dari 5.543 pasien dengan tumor padat dan metastasis tulang di tiga uji klinis fase 3 menunjukkan bahwa peningkatan nyeri tulang menjadi tanda peringatan penting. Proporsi pasien yang mengalami nyeri sedang hingga berat meningkat secara bertahap selama 6 bulan sebelum terjadinya kejadian terkait kerangka (SRE), termasuk patah tulang patologis, kompresi sumsum tulang belakang, dan kebutuhan akan radiasi atau operasi pada tulang. Semua jenis SRE berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko perkembangan menjadi nyeri sedang/berat dan penggunaan opioid yang kuat. Pasien tanpa SRE mempertahankan tingkat nyeri yang relatif stabil dari waktu ke waktu. Memburuknya nyeri juga berkorelasi dengan gangguan yang lebih besar dalam fungsi fisik, kesejahteraan emosional, dan aktivitas sehari-hari. Setiap nyeri tulang baru atau yang semakin parah pada pasien dengan metastasis tulang yang diketahui memerlukan penilaian klinis tepat waktu untuk mendeteksi dan berpotensi mencegah komplikasi ini.

Bukti

Penulis: A Hussain, A Lipton, A Lipton, Ada Braun, Alison Stopeck, AM Abdulhalim, Arun Balakumaran, AT Stopeck, Blair Egerdie, C Nieder, Charles Cleeland, CS Cleeland, CS Cleeland, CS Cleeland, CS Cleeland, D Henry, Danail Damyanov, DF Cella, DH Henry, Donald L. Patrick, E Chow, F Saad, Felipe Salvador Palazzo, G Oster, Gavin Marx, GD Roodman, GR Mundy, GV Scagliotti, JA Ford, Janet Brown, Jean-Jacques Body, K Cetin, K Fizazi, K Fizazi, K Lemay, K Webster, KC Chung, L Costa, L Costa, L Costa, Lesley Fallowfield, LS Rosen, M Maltoni, M Norgaard, M Yong, MR Smith, N Sathiakumar, N Sathiakumar, R Moos von, R Moos von, RE Coleman, RE Coleman, Roger von Moos, S Vadhan-Raj, Yi Qian, Ying Zhou

Diterbitkan: 1 Januari 2015

Dalam kelompok pasien yang terdiri dari 5.543 orang dengan tumor padat dan metastasis tulang di tiga uji klinis fase 3, proporsi pasien yang mengalami nyeri sedang/berat meningkat secara bertahap selama 6 bulan sebelum terjadinya kejadian terkait kerangka (SRE) dan tetap tinggi setelahnya. Analisis regresi menunjukkan bahwa semua jenis SRE—fraktur patologis, radiasi ke tulang, operasi pada tulang, dan kompresi sumsum tulang belakang—berkaitan signifikan dengan peningkatan risiko perkembangan menjadi nyeri sedang/berat. Gangguan nyeri terhadap fungsi fisik secara signifikan lebih besar di semua jenis SRE. Sebaliknya, pasien tanpa SRE mempertahankan tingkat nyeri yang relatif konsisten dari waktu ke waktu.

Penulis: Roger von Moos, Jean-Jacques Body, Blair Egerdie, Alison Stopeck, Janet Brown, Lesley Fallowfield, Donald L. Patrick, Charles Cleeland, Danail Damyanov, Felipe Salvador Palazzo, Gavin Marx, Ying Zhou, Ada Braun, Arun Balakumaran, Yi Qian, RE Coleman, RE Coleman, R Moos von, S Vadhan-Raj, GR Mundy, GD Roodman, JA Ford, A Lipton, F Saad, LS Rosen, L Costa, CS Cleeland, K Lemay, CS Cleeland, M Maltoni, L Costa, CS Cleeland, R Moos von, L Costa, AT Stopeck, K Fizazi, DH Henry, D Henry, GV Scagliotti, A Lipton, CS Cleeland, KC Chung, DF Cella, K Webster, N Sathiakumar, N Sathiakumar, K Fizazi, M Yong, M Norgaard, K Cetin, C Nieder, E Chow, MR Smith, A Hussain, AM Abdulhalim, G Oster

Diterbitkan: 6 September 2005

Dalam kelompok pasien gabungan yang terdiri dari 5.543 pasien dengan tumor padat dan metastasis tulang dari tiga uji klinis fase 3, proporsi pasien yang mengalami nyeri sedang hingga berat dan memerlukan opioid kuat secara bertahap meningkat selama 6 bulan sebelum terjadinya kejadian terkait kerangka (SRE). Sementara itu, tingkat nyeri tetap relatif stabil seiring waktu pada pasien yang tidak mengalami SRE. Analisis regresi menunjukkan bahwa semua jenis SRE—fraktur patologis, radiasi ke tulang, operasi pada tulang, dan kompresi sumsum tulang belakang—berkaitan secara signifikan dengan peningkatan risiko perkembangan menjadi nyeri sedang/berat dan penggunaan opioid kuat. Fraktur patologis, radiasi ke tulang, dan kompresi sumsum tulang belakang juga berkaitan secara signifikan dengan gangguan nyeri yang lebih besar terhadap fungsi sehari-hari secara keseluruhan, kesejahteraan emosional, dan fungsi fisik.